Indonesia

Aksara Sunda Kuno adalah aksara yang digunakan oleh orang-orang Sunda, yang menempati Pulau Jawa bagian barat. Aksara ini digunakan sekitar abad ke-14 hingga abad ke-18, untuk menuliskan karya sastra berbahasa Sunda Kuno. Aksara Sunda kuno merupakan modifikasi dari aksara Pallawa, yang banyak digunakan dalam naskah lontar pada abad ke-16. Penggunaan aksara Sunda kuno ditemukan pada peninggalan yang berupa prasasti, seperti Astana Gede, yang berada di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Namun, beberapa ahli sejarah mengungkapkan bahwa aksara Sunda segera tergeser akibat ekspansi wilayah Mataram Islam di Priangan (Bandung). Mataram Islam mampu menguasai wilayah Priangan, kecuali Cirebon dan Banten. Selain itu, VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) bahkan mengeluarkan surat keterangan terkait penggunaan aksara resmi di wilayah Sunda. Surat resmi VOC yang dikeluarkan pada 3 November 1705, menyebutkan wilayah Sunda menggunakan aksara resmi berupa latin, Arab gundul atau pegon, dan aksara Jawa. Sejak saat itu, aksara Sunda Kuno mulai terlupakan dan bahkan hampir hilang selama beberapa abad. Jumlah aksara Sunda Secara grafis, aksara Sunda memiliki bentuk persegi dengan ketajaman yang mencolok. Aksara Sunda memiliki 30 huruf atau suku kata, yang terdiri dari 7 suara atau vokal dan 23 aksara ngalagena atau konsonan. Aksara Sunda vokal terdiri dari: a, e, i, o, u, e, dan eu. Sedangkan aksara ngalagena terdiri dari: ka, ga, nga, ca, ja, nya, ta, da, na, pa, ba, ma, ya, ra, la, wa, sa, fa, fa, va, qa, xa, dan za. Selain itu, ada beberapa aksara Sunda yang baru, seperti fa, va, qa, xa, dan za.

Sunda

Nasript Slainese kuno nyaéta skrip anu dianggo ku Sundanes, anu ngeusian bagian kulon Java. Naskah ieu dianggo sabénan abad ka 14 dugi ka abad ka-18, pikeun nyerat literatur Stuatur Studies kuno. Nasript Slantsie kuno mangrupikeun modifikasi tina naseksi Pallawa, anu langsung dianggo dina naskah Lontar di abad ka-16. Pamakéan naskah Slip Scrane kapanggih dina serik dina bentuk prasasti, sapertos Asehana Gedi, anu aya di kabupaten kakamdi, Kabupaten Canis. Tapi, sababaraha sejarawan ngungkabkeun yén karakter Pulaese lerdasy ditutupan kumargi lapangan Mat Larhic Nanggiar di Priiann (Bandung). Mataram Islam tiasa ngagebarkeun daérah Sanian, kecuali Cirbon sareng Beuy. Salaku tambahan, vok (Vendenigde Oostesesitis Kompagnie) ngan ngaluarkeun seruman anu aya sareng pamakean naskah resmi di daérah Sundta. Éménsi anu voc resmi anu dikaluarkeun dina 3 Nopémber, 1705, saurna Diumah Clasda nganggo karakter Spabor dina bentuk Latic atanapi Pegon, sareng naskah Java. Ti saprak éta, tarjamat Usdanese Anjeun mimiti bakal hilap tapi ampir ngaleungit sababaraha abad. Jumlah karakter Sundanese, Thrip Scanese ngagaduhan bentuk pasagi ku penasaran pasagi sareng seukeuting anu keuna. Naskah Sundanese gaduh 30 hurup atanapi suku kata, diwangun ti 7 sora atanapi vokal sareng 23 nqalena atanapi konsonan. Nhript Studié Vokal diwangun ku: A, E, kuring, O, U, E, sareng EU.Nalika akar konsisten yén: L ,,,,, n, kubis, kapang, C,,,,,,, aya sababaraha naskah sawarga anyar, qA, sareng za, sareng za.

Kamussunda.com | Bagaimana cara menggunakan penerjemah teks bahasa Indonesia-Sunda?

Semua data terjemahan dikumpulkan melalui Kamussunda.com. Data yang dikumpulkan terbuka untuk semua, dibagikan secara anonim. Oleh karena itu, kami mengingatkan Anda bahwa informasi dan data pribadi Anda tidak boleh disertakan dalam terjemahan Anda menggunakan Penerjemah Sunda. Konten yang dibuat dari terjemahan pengguna Kamussunda.com juga gaul, tidak senonoh, dll. artikel dapat ditemukan. Karena terjemahan yang dibuat mungkin tidak cocok untuk orang-orang dari segala usia dan segmen, kami menyarankan Anda untuk tidak menggunakan sistem Anda jika Anda mengalami ketidaknyamanan. Penghinaan terhadap hak cipta atau kepribadian dalam konten yang ditambahkan pengguna kami dengan terjemahan. Jika ada elemen, pengaturan yang diperlukan akan dibuat jika terjadi →"Kontak" dengan administrasi situs. Proofreading adalah langkah terakhir dalam mengedit, dengan fokus pada pemeriksaan tingkat permukaan teks: tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan fitur formal lainnya seperti gaya dan format kutipan. Proofreading tidak melibatkan modifikasi substansial dari isi dan bentuk teks. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa karya tersebut dipoles dan siap untuk diterbitkan.


Kebijakan Privasi

Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)