Indonesia

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang raja yang bijaksana bernama Prabu Siliwangi. Ia dikenal sebagai pemimpin yang gagah berani dan sangat menyayangi rakyatnya. 1 Suatu hari, Prabu Siliwangi berjalan ke sebuah hutan untuk melihat keadaan wilayah kerajaannya. Di tengah perjalanan, ia mendengar suara keributan. 2 “Tolong! Tolong! Ada yang menyerang kami!” teriak seorang warga. 3 Prabu Siliwangi segera mendekati sumber suara. Ternyata, sekelompok orang sedang mengganggu penduduk desa yang tinggal di sekitar hutan. 4 “Berhenti! Mengapa kalian mengganggu rakyatku?” seru Prabu Siliwangi dengan tegas. 5 Pemimpin kelompok itu menjawab, “Kami ingin mengambil hasil hutan ini. Tidak ada yang boleh menghalangi kami!” Prabu Siliwangi menatap mereka dengan tenang. 6 “Hutan ini bukan milik kalian seorang. Hutan adalah sumber kehidupan bagi banyak orang. 7 Jika kalian mengambilnya dengan serakah, rakyat akan menderita.” 8 Salah seorang warga berkata, “Tetapi, Prabu, mereka jauh lebih banyak daripada kita.” 9 Prabu Siliwangi tersenyum. “Jangan takut. Keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, tetapi berani melakukan hal yang benar.” 10 Ia kemudian meminta kedua pihak untuk berhenti bertikai. Prabu Siliwangi mengajak mereka bermusyawarah dan mencari jalan keluar yang adil. 11 Setelah mendengar nasihat sang Prabu, pemimpin kelompok itu akhirnya menundukkan kepala. 12 “Ampun, Prabu. Kami menyadari kesalahan kami. Kami akan berhenti mengambil hasil hutan secara berlebihan.” Prabu Siliwangi menjawab, 13 “Aku memaafkan kalian. Ingatlah, kekuatan seorang pemimpin bukan hanya pada keberaniannya dalam menghadapi musuh, tetapi juga pada kebijaksanaannya dalam menjaga rakyat.” 15 Sejak saat itu, masyarakat bersama-sama menjaga hutan. Mereka hidup dengan damai

Sunda

Jaman baheula, hirup hiji raja wijaksana ngaranna Prabu Siliwangi. Anjeunna katelah pamingpin anu gagah tur mikanyaah rahayatna. 1 Hiji poé, Prabu Siliwangi leumpang ka hiji leuweung pikeun ningali kaayaan karajaanana. Di jalan kadéngé aya nu ribut. 2 "Tulungan! Tulungan! Aya nu narajang ka kami!" gorowok hiji warga. 3 Prabu Siliwangi geuwat nyampeurkeun ka sumber sora. Tétéla aya sakelompok jalma anu ngaganggu warga désa anu aya di sabudeureun éta leuweung. 4 "Eureun! Ku naon maneh ngaganggu umat Kami?" ngagorowok Prabu Siliwangi pageuh. 5 Waler pamingpin rombongan, "Kami rek ngarebut ieu hasil leuweung. Moal aya anu bisa ngahalangan!" Prabu Siliwangi neuteup ka maranehna anteng. 6 "Ieu leuweung teh lain milik maneh sorangan. Leuweung teh jadi sumber kahirupan loba jelema. 7 Lamun direbut ku sarakah, rahayat bakal sangsara." 8 Ceuk salah saurang warga, "Tapi, Prabu, leuwih loba ti batan urang." 9 Prabu Siliwangi mesem. "Tong sieun. Wani lain hartina teu sieun, tapi wani ngalakukeun hal anu bener." 10 Lajeng anjeunna miwarang duanana pihak eureun perang. Prabu Siliwangi ngajak sawala jeung neangan solusi anu adil.11 Sanggeus ngadéngé piwuruk Raja, kapala rombongan ahirna tungkul. 12 "Hampura, Prabu. Kami sadar kasalahan kami. Kami bakal eureun nyokot hasil leuweung kaleuleuwihi." Prabu Siliwangi ngawaler, 13 "Kami ngahampura. Sing inget, kakuatan pamingpin teh lain ukur kawani dina nyanghareupan musuh, tapi kawijaksanaan dina ngajaga rahayat." 15 Ti saprak éta, masarakat geus gawé babarengan ngajaga leuweung. Aranjeunna hirup damai

Kamussunda.com | Bagaimana cara menggunakan penerjemah teks bahasa Indonesia-Sunda?

Semua data terjemahan dikumpulkan melalui Kamussunda.com. Data yang dikumpulkan terbuka untuk semua, dibagikan secara anonim. Oleh karena itu, kami mengingatkan Anda bahwa informasi dan data pribadi Anda tidak boleh disertakan dalam terjemahan Anda menggunakan Penerjemah Sunda. Konten yang dibuat dari terjemahan pengguna Kamussunda.com juga gaul, tidak senonoh, dll. artikel dapat ditemukan. Karena terjemahan yang dibuat mungkin tidak cocok untuk orang-orang dari segala usia dan segmen, kami menyarankan Anda untuk tidak menggunakan sistem Anda jika Anda mengalami ketidaknyamanan. Penghinaan terhadap hak cipta atau kepribadian dalam konten yang ditambahkan pengguna kami dengan terjemahan. Jika ada elemen, pengaturan yang diperlukan akan dibuat jika terjadi →"Kontak" dengan administrasi situs. Proofreading adalah langkah terakhir dalam mengedit, dengan fokus pada pemeriksaan tingkat permukaan teks: tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan fitur formal lainnya seperti gaya dan format kutipan. Proofreading tidak melibatkan modifikasi substansial dari isi dan bentuk teks. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa karya tersebut dipoles dan siap untuk diterbitkan.


Kebijakan Privasi

Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)