ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan membaca cerita fantasi siswa kelas VII SMPN 3 Baleendah yang ditunjukkan oleh masih kurangnya kemampuan memahami isi bacaaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan membaca cerita fantasi siswa sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE), serta mengetahui pengaruh model tersebut terhadap keterampilan membaca siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa kelas VII-B SMPN 3 Baleendah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Samples t-Test dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 67,36 meningkat menjadi 75,28 pada posttest. Hasil uji Paired Samples t-Test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,05, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan setelah penerapan model pembelajaran CORE. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CORE berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan membaca cerita fantasi pada siswa kelas VII SMPN 3 Baleendah. Kata kunci: model pembelajaran CORE, keterampilan membaca, teks cerita fantasi.
ABSTRAK Ieu panalungtikan didasaran ku handapna kamampuh maca dongéng fantasi siswa kelas VII SMPN 3 Balééndah anu ditandaan ku kurangna kamampuh maham kana eusi bacaan. Ieu panalungtikan miboga tujuan pikeun mikanyaho kamampuh maca dongéng fantasi siswa saméméh jeung sabada modél pangajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) dilaksanakeun, ogé pikeun mikanyaho pangaruh modél ieu kana kamampuh maca siswa. Ieu panalungtikan ngagunakeun métode kuantitatif jeung tipe panalungtikan pra-eksperimén jeung One Group Pretest-Posttest Design. Sampel panalungtikan nya éta 36 siswa kelas VII-B SMPN 3 Baléendah anu dipilih ngagunakeun téhnik purposive sampling. Data dikumpulkeun ngaliwatan pretest jeung posttest, tuluy dianalisis ngagunakeun uji normalitas Shapiro-Wilk jeung Paired Samples t-Test kalawan bantuan SPSS versi 27. Hasilna nuduhkeun rata-rata peunteun pretés nya éta 67,36 anu ngaronjat jadi 75,28 dina postés. Hasil Uji-t Paired Samples nuduhkeun nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,05, ku kituna aya pangaruh anu signifikan sanggeus nerapkeun modél pangajaran CORE. Ku kituna, bisa dicindekkeun yén modél pangajaran CORE miboga pangaruh anu signifikan dina ngaronjatkeun kamampuh maca dongéng fantasi siswa kelas VII SMPN 3 Baléendah. Kata Kunci: Modél pangajaran CORE, kaparigelan maca, téks carita fantasi.
Semua data terjemahan dikumpulkan melalui Kamussunda.com. Data yang dikumpulkan terbuka untuk semua, dibagikan secara anonim. Oleh karena itu, kami mengingatkan Anda bahwa informasi dan data pribadi Anda tidak boleh disertakan dalam terjemahan Anda menggunakan Penerjemah Sunda. Konten yang dibuat dari terjemahan pengguna Kamussunda.com juga gaul, tidak senonoh, dll. artikel dapat ditemukan. Karena terjemahan yang dibuat mungkin tidak cocok untuk orang-orang dari segala usia dan segmen, kami menyarankan Anda untuk tidak menggunakan sistem Anda jika Anda mengalami ketidaknyamanan. Penghinaan terhadap hak cipta atau kepribadian dalam konten yang ditambahkan pengguna kami dengan terjemahan. Jika ada elemen, pengaturan yang diperlukan akan dibuat jika terjadi →"Kontak" dengan administrasi situs. Proofreading adalah langkah terakhir dalam mengedit, dengan fokus pada pemeriksaan tingkat permukaan teks: tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan fitur formal lainnya seperti gaya dan format kutipan. Proofreading tidak melibatkan modifikasi substansial dari isi dan bentuk teks. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa karya tersebut dipoles dan siap untuk diterbitkan.
Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)