“Indomie Tengah Malam” Jam menunjukkan pukul 12 malam, saat semua orang sudah tidur… kecuali Aldi Tehaer. Perutnya berbunyi seperti alarm kebakaran. Dengan langkah super pelan, ia menyelinap ke dapur, bertekad menjalankan misi rahasia: memasak Indomie tanpa ketahuan ibu. Aldi membuka bungkus mie dengan hati-hati, tapi “kreet!” suara plastiknya terdengar seperti petir hujan badai di tengah malam. Ia langsung membeku, menoleh ke kanan kiri, memastikan tidak ada yang bangun. “hufftt, tenang, aman,” bisiknya, padahal jantungnya sudah lomba lari. Saat air mulai mendidih, Aldi malah keasikan main HP. Tiba-tiba… “BLEBERRR!” air meluap ke kompor. Panik, ia buru-buru mematikan api sambil hampir menjatuhkan panci. Dalam kekacauan itu, mie yang ia idamkan malah jadi setengah matang dan bentuknya aneh. Akhirnya, ibu muncul di dapur dengan wajah datar. Aldi cuma bisa nyengir sambil memegang mie setengah jadi. Ibu menghela napas, lalu berkata, “Kalau lapar, bilang. Bukan bikin eksperimen jam segini.” Misi rahasia itu pun gagal total.
“Indomie Tengah Malam” Jam nunjukeun jam 12 peuting, saréréa saré... iwal Aldi Tehaer. Beuteungna siga alarm seuneu. Kalayan léngkah anu super laun, anjeunna ngaléos ka dapur, nekad ngalaksanakeun misi rusiah: masak Indomie tanpa manggih indungna. Aldi muka bungkusan mie taliti, tapi "creet!" sora palastik siga guludug hujan angin tengah peuting. Langsung ngabirigidig, neuteup ka kenca katuhu, mastikeun taya nu hudang. "Hufftt, tenang, sing aman," gerendengna, sanajan haténa geus ratug. Nalika cai mimiti ngagolak, Aldi asik maén dina hapé. Ujug-ujug… “BLEBERRR!” cai ngalembur kana kompor. Panik, buru-buru mareuman seuneu bari méh-méhan muragkeun loyang. Dina rusuh, mie manéhna craved satengah asak sarta ngabogaan bentuk aneh. Ahirna ibu nyampak ka dapur kalayan beungeutna lempeng. Aldi ukur bisa nyengir bari nyekelan mie satengah bérés. Indung narik napas panjang, teras nyarios, "Upami anjeun lapar, wartosan kuring. Henteu ngalakukeun ékspérimén dina jam ieu." Misi rusiah gagal pisan.
Semua data terjemahan dikumpulkan melalui Kamussunda.com. Data yang dikumpulkan terbuka untuk semua, dibagikan secara anonim. Oleh karena itu, kami mengingatkan Anda bahwa informasi dan data pribadi Anda tidak boleh disertakan dalam terjemahan Anda menggunakan Penerjemah Sunda. Konten yang dibuat dari terjemahan pengguna Kamussunda.com juga gaul, tidak senonoh, dll. artikel dapat ditemukan. Karena terjemahan yang dibuat mungkin tidak cocok untuk orang-orang dari segala usia dan segmen, kami menyarankan Anda untuk tidak menggunakan sistem Anda jika Anda mengalami ketidaknyamanan. Penghinaan terhadap hak cipta atau kepribadian dalam konten yang ditambahkan pengguna kami dengan terjemahan. Jika ada elemen, pengaturan yang diperlukan akan dibuat jika terjadi →"Kontak" dengan administrasi situs. Proofreading adalah langkah terakhir dalam mengedit, dengan fokus pada pemeriksaan tingkat permukaan teks: tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan fitur formal lainnya seperti gaya dan format kutipan. Proofreading tidak melibatkan modifikasi substansial dari isi dan bentuk teks. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa karya tersebut dipoles dan siap untuk diterbitkan.
Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)