Pasca Kemerdekaan hingga Era Kontemporer Setelah Indonesia merdeka, kebaya Sunda terus berevolusi namun tetap menjaga pakemnya: Tahun 1960-1980: Kebaya Sunda identik dengan bahan brokat dan penggunaan stagen (kemben dalam) untuk membentuk pinggang yang kecil. Sanggul "Ciwidey" menjadi pasangan wajib bagi perempuan Sunda dalam acara formal. Era 2000-an - Sekarang: Muncul fenomena Kebaya Pengantin Sunda Modern. Potongannya semakin rumit dengan tambahan payet (beading) yang sangat detail, ekor kain yang menjuntai panjang, namun tetap wajib dipadukan dengan Siger Sunda (mahkota perak/emas) sebagai identitas tertinggi perempuan Pasundan. Kesimpulan Esensial: Sejarah kebaya Sunda adalah sejarah tentang fleksibilitas. Ia mampu menyerap pengaruh Arab, Tionghoa, dan Eropa, namun tetap mempertahankan satu identitas kunci: "Nyunda", yang berarti tetap terlihat anggun, ramping, dan bersahaja dalam satu kesatuan
Pasca Kamerdékaan nepi ka Era Kontémporér Sanggeus Indonésia merdéka, kebaya Sunda terus mekar tapi tetep ngajaga standarna: 1960-1980: Kebaya Sunda identik jeung bahan brokat jeung maké stagen (tabung jero) pikeun ngawangun cangkéng leutik. Sanggul "Ciwidey" mangrupa pasangan wajib awéwé Sunda dina acara resmi. 2000-an - Jaman Ayeuna: Muncul fenomena Kebaya Panganten Sunda Modern. Potongan-potonganna langkung pajeulit ditambahan payet (manik) anu detil pisan, buntut lawon ngagantung panjang, tapi tetep kedah dihijikeun sareng Siger Sunda (makuta perak/emas) salaku jati diri pangluhurna wanoja Pasundan. Kacindekan penting: Sajarah kebaya Sunda mangrupa sajarah kalenturan. Éta tiasa nyerep pangaruh Arab, Cina sareng Éropa, tapi tetep ngajaga hiji identitas konci: "Nyunda", anu hartosna éta tetep katingali elegan, langsing sareng understated dina hiji unit.
Semua data terjemahan dikumpulkan melalui Kamussunda.com. Data yang dikumpulkan terbuka untuk semua, dibagikan secara anonim. Oleh karena itu, kami mengingatkan Anda bahwa informasi dan data pribadi Anda tidak boleh disertakan dalam terjemahan Anda menggunakan Penerjemah Sunda. Konten yang dibuat dari terjemahan pengguna Kamussunda.com juga gaul, tidak senonoh, dll. artikel dapat ditemukan. Karena terjemahan yang dibuat mungkin tidak cocok untuk orang-orang dari segala usia dan segmen, kami menyarankan Anda untuk tidak menggunakan sistem Anda jika Anda mengalami ketidaknyamanan. Penghinaan terhadap hak cipta atau kepribadian dalam konten yang ditambahkan pengguna kami dengan terjemahan. Jika ada elemen, pengaturan yang diperlukan akan dibuat jika terjadi →"Kontak" dengan administrasi situs. Proofreading adalah langkah terakhir dalam mengedit, dengan fokus pada pemeriksaan tingkat permukaan teks: tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan fitur formal lainnya seperti gaya dan format kutipan. Proofreading tidak melibatkan modifikasi substansial dari isi dan bentuk teks. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa karya tersebut dipoles dan siap untuk diterbitkan.
Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)