Indonesia

Prosa fiksi merupakan narasi yang dibangun melalui pelaku, latar, serta alur cerita yang bersumber dari imajinasi pengarang. Secara taksonomi, karya fiksi terbagi ke dalam tiga bentuk utama, yaitu roman, novel, dan cerpen (Aminuddin, 2013, hlm. 66). Altenbernd dan Lewis (dalam Isnéndés, 2010, hlm. 25) menjelaskan bahwa prosa adalah narasi imajinatif yang harus mengandung makna serta kebenaran dramatis dalam relasi antarmanusia. Sifat dramatis ini sejalan dengan karakteristik novel. Stanton (2019, hlm. 90) menyatakan bahwa novel memiliki kemampuan untuk mengembangkan tokoh, situasi sosial yang kompleks, serta memberikan gambaran komprehensif mengenai peristiwa yang terjadi dalam rentang waktu tertentu. Ciri utama novel terletak pada kapasitasnya dalam menciptakan dunia fiksi yang utuh dan kompleks. Oleh karena itu, novel cenderung lebih menantang dalam pembacaan dibandingkan cerpen.

Sunda

Prosa fiksi nya éta narasi anu diwangun ngaliwatan palaku, latar, jeung galur carita anu asalna tina imajinasi pangarang. Sacara taksonomi, karya fiksi dibagi jadi tilu wangun utama, nya éta roman, novel jeung carita pondok (Aminuddin, 2013, kc. 66). Altenbernd jeung Lewis (dina Isnéndés, 2010, kc. 25) nétélakeun yén prosa mangrupa karangan imajinatif anu kudu ngandung harti jeung bebeneran dramatis dina hubungan manusa. Sifat dramatis ieu luyu jeung ciri-ciri novel. Stanton (2019, kc. 90) nétélakeun yén novél mibanda kamampuh numuwuhkeun tokoh, situasi sosial nu kompléks, jeung méré gambaran nu lengkep ngeunaan kajadian nu lumangsung dina hiji mangsa nu tangtu. Ciri utama novél nya éta kapasitasna pikeun nyiptakeun dunya fiksi anu lengkep sareng kompleks. Ku alatan éta, novel condong leuwih nangtang pikeun maca batan carita pondok.

Kamussunda.com | Bagaimana cara menggunakan penerjemah teks bahasa Indonesia-Sunda?

Semua data terjemahan dikumpulkan melalui Kamussunda.com. Data yang dikumpulkan terbuka untuk semua, dibagikan secara anonim. Oleh karena itu, kami mengingatkan Anda bahwa informasi dan data pribadi Anda tidak boleh disertakan dalam terjemahan Anda menggunakan Penerjemah Sunda. Konten yang dibuat dari terjemahan pengguna Kamussunda.com juga gaul, tidak senonoh, dll. artikel dapat ditemukan. Karena terjemahan yang dibuat mungkin tidak cocok untuk orang-orang dari segala usia dan segmen, kami menyarankan Anda untuk tidak menggunakan sistem Anda jika Anda mengalami ketidaknyamanan. Penghinaan terhadap hak cipta atau kepribadian dalam konten yang ditambahkan pengguna kami dengan terjemahan. Jika ada elemen, pengaturan yang diperlukan akan dibuat jika terjadi →"Kontak" dengan administrasi situs. Proofreading adalah langkah terakhir dalam mengedit, dengan fokus pada pemeriksaan tingkat permukaan teks: tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan fitur formal lainnya seperti gaya dan format kutipan. Proofreading tidak melibatkan modifikasi substansial dari isi dan bentuk teks. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa karya tersebut dipoles dan siap untuk diterbitkan.


Kebijakan Privasi

Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)