Indonesia

Mekanisme Pertahanan Ego Konflik antara dorongan Id dan tuntutan Superego memicu kecemasan (anxiety) pada Ego. Untuk memitigasi tekanan psikologis ini, Ego secara tidak sadar mengaktifkan Mekanisme Pertahanan Ego (Freud, 1961). Macam-macam mekanisme pertahanan tersebut meliputi: Represi (Repression): Menekan ingatan atau pikiran traumatis ke dalam alam bawah sadar untuk mencegah gangguan pada kesadaran (Minderop, 2013). Sublimasi (Sublimation): Mengalihkan impuls yang tidak dapat diterima ke dalam aktivitas yang bernilai sosial atau budaya (seperti kreativitas atau produktivitas). Proyeksi (Projection): Mengatribusikan sifat atau kesalahan diri sendiri kepada pihak lain (Suryabrata, 2012). Pengalihan (Displacement): Mengalihkan respons emosional (khususnya kemarahan) dari sumber ancaman asli ke objek yang lebih aman (Wiyatmi, 2011). Rasionalisasi (Rationalization): Memberikan justifikasi rasional untuk membenarkan perilaku yang sebenarnya tidak dapat diterima (Ratna, 2011). Reaksi Formasi (Reaction Formation): Menunjukkan perilaku yang bertolak belakang dengan perasaan atau dorongan yang sebenarnya (Bertens, 2016). Regresi (Regression): Kembali ke tahap perkembangan awal yang lebih infantil sebagai respons terhadap stres (Hall & Lindzey, 1993). Agresi dan Apatis: Respons terhadap frustrasi yang termanifestasi dalam bentuk serangan (agresi) atau penarikan diri emosional (apatis). Fantasi (Fantasy): Mencapai kepuasan psikologis melalui imajinasi untuk menghindari realitas yang tidak menyenangkan (Ratna, 2011).

Sunda

Mékanisme Pertahanan Ego Konflik antara drive Id jeung tungtutan Superego micu kahariwang dina Ego. Pikeun ngirangan tekanan psikologis ieu, Ego sacara teu sadar ngaktifkeun Mékanisme Pertahanan Ego (Freud, 1961). Ieu rupa-rupa mékanisme pertahanan ngawengku: Represi: Suppressing kenangan traumatis atawa pikiran kana subconscious pikeun nyegah gangguan eling (Minderop, 2013). Sublimasi: Ngalihkeun impuls anu teu tiasa ditampi kana kagiatan anu berharga sacara sosial atanapi budaya (sapertos kréativitas atanapi produktivitas). Proyeksi: Ngaitkeun ciri atawa kasalahan sorangan ka pihak séjén (Suryabrata, 2012). Papindahan: Mindahkeun réspon émosional (utamana ambek-ambekan) tina sumber ancaman anu asli ka objék anu langkung aman (Wiyatmi, 2011). Rasionalisasi: Nyadiakeun justifikasi rasional pikeun menerkeun paripolah anu sabenerna teu bisa ditarima (Ratna, 2011). Formasi Réaksi: Némbongkeun paripolah anu bertentangan jeung parasaan atawa impuls sabenerna (Bertens, 2016). Regression: Balik deui ka tahap awal, langkung orok tina ngembangkeun dina respon kana stress (Hall & Lindzey, 1993).Agresi sareng Apatis: Tanggapan kana hanjelu anu diwujudkeun dina bentuk serangan (agresi) atanapi ditarikna émosional (apathy). Implengan (Implengan) : Ngahontal kasugemaan psikologis ngaliwatan imajinasi pikeun nyingkahan kanyataan nu teu pikaresepeun (Ratna, 2011).

Kamussunda.com | Bagaimana cara menggunakan penerjemah teks bahasa Indonesia-Sunda?

Semua data terjemahan dikumpulkan melalui Kamussunda.com. Data yang dikumpulkan terbuka untuk semua, dibagikan secara anonim. Oleh karena itu, kami mengingatkan Anda bahwa informasi dan data pribadi Anda tidak boleh disertakan dalam terjemahan Anda menggunakan Penerjemah Sunda. Konten yang dibuat dari terjemahan pengguna Kamussunda.com juga gaul, tidak senonoh, dll. artikel dapat ditemukan. Karena terjemahan yang dibuat mungkin tidak cocok untuk orang-orang dari segala usia dan segmen, kami menyarankan Anda untuk tidak menggunakan sistem Anda jika Anda mengalami ketidaknyamanan. Penghinaan terhadap hak cipta atau kepribadian dalam konten yang ditambahkan pengguna kami dengan terjemahan. Jika ada elemen, pengaturan yang diperlukan akan dibuat jika terjadi →"Kontak" dengan administrasi situs. Proofreading adalah langkah terakhir dalam mengedit, dengan fokus pada pemeriksaan tingkat permukaan teks: tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan fitur formal lainnya seperti gaya dan format kutipan. Proofreading tidak melibatkan modifikasi substansial dari isi dan bentuk teks. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa karya tersebut dipoles dan siap untuk diterbitkan.


Kebijakan Privasi

Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)