Indonesia

Nganteuran dalam bahasa Indonesia berarti mengantarkan. Dalam konteks tradisi masyarakat Sunda, nganteuran umumnya dipahami sebagai sebuah kebiasaan saling bertukar makanan saat menjelang hari raya. Terutama saat idul fitri. Tukar-menukar hidangan khas lebaran, seperti ketupat, opor ayam, kentang goreng, dan aneka kue, mewarnai hari raya yang penuh suka cita. Menggenapi rasa bahagia baik si pemberi maupun bagi si penerima. Dalam pelaksanaannya, nganteuran mengisyaratkan tiga hal. Pertama, pengirim yaitu seseorang yang memiliki sumber daya berlebih sehingga berkemampuan untuk memberi; kedua, barang/benda yang hendak diberikan; dan ketiga, penerima, yaitu orang yang menerima pemberian. Biasanya, penerima ini identik dengan seseorang yang berkekurangan secara ekonomi. Yang ingin diketengahkan, nganteuran ialah sebagai suatu aktivitas kemanusiaan atas dasar saling tolong-menolong dan membahagiakan dalam konteks kehidupan bertetangga. Dimana, kebiasaan ini telah dipraktikan oleh para leluhur kita.

Sunda

Nganteuran dina basa Indonesia hartina nganteurkeun. Dina kontéks tradisi Sunda, nganteuran sacara umum dipikaharti minangka kabiasaan silih tukeur kadaharan saméméh lebaran. Utamana dina mangsa Idul Fitri. Tukeur masakan has lebaran, kayaning ketupat, opor hayam, kentang goreng jeung rupa-rupa kueh, warna lebaran pinuh kabagjaan. Nyumponan kabagjaan pikeun anu masihan sareng anu nampi. Dina prak-prakanana, nganteuran ngandung tilu hal. Kahiji, pangirim nyaéta jalma anu gaduh kaleuwihan sumber daya sahingga sanggup masihan; kadua, barang/barang nu bakal dibikeun; jeung katilu, nu narima, nyaéta jalma nu narima hadiah. Biasana, panarima ieu sinonim jeung jalma anu dicabut ékonomis. Anu hayang ditandeskeun, nganteuran mangrupa kagiatan kamanusaan anu didasaran ku gotong royong jeung kabagjaan dina konteks kahirupan sasama. Dimana, kabiasaan ieu geus dilaksanakeun ku karuhun urang.

Kamussunda.com | Bagaimana cara menggunakan penerjemah teks bahasa Indonesia-Sunda?

Semua data terjemahan dikumpulkan melalui Kamussunda.com. Data yang dikumpulkan terbuka untuk semua, dibagikan secara anonim. Oleh karena itu, kami mengingatkan Anda bahwa informasi dan data pribadi Anda tidak boleh disertakan dalam terjemahan Anda menggunakan Penerjemah Sunda. Konten yang dibuat dari terjemahan pengguna Kamussunda.com juga gaul, tidak senonoh, dll. artikel dapat ditemukan. Karena terjemahan yang dibuat mungkin tidak cocok untuk orang-orang dari segala usia dan segmen, kami menyarankan Anda untuk tidak menggunakan sistem Anda jika Anda mengalami ketidaknyamanan. Penghinaan terhadap hak cipta atau kepribadian dalam konten yang ditambahkan pengguna kami dengan terjemahan. Jika ada elemen, pengaturan yang diperlukan akan dibuat jika terjadi →"Kontak" dengan administrasi situs. Proofreading adalah langkah terakhir dalam mengedit, dengan fokus pada pemeriksaan tingkat permukaan teks: tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan fitur formal lainnya seperti gaya dan format kutipan. Proofreading tidak melibatkan modifikasi substansial dari isi dan bentuk teks. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa karya tersebut dipoles dan siap untuk diterbitkan.


Kebijakan Privasi

Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)