Ardi adalah seorang anak yang pandai. Dia selalu mendapatkan nilai yang bagus, tapi dia takut untuk ikut lomba. Dia selalu berpikir kalau dia tidak bisa melakukannya. Dia merasa takut gagal. Jika ada lomba ditawarkan untuknya, dia selalu menolaknya. suatu hari diadakan lomba cerdas cermat di sekolahnya. Temannya Ardi mengajaknya untuk mengikuti lomba ini bersama-sama. Namun, dia merasa takut tidak menang. Temannya pun membujuknya dan akhirnya dia setuju. Dia hanya merasa tidak enak menolak permintaan dari temannya. Pada hari lomba dimulai, Ardi sudah berpikiran bahwa dia akan kalah. Dia merasa sangat gugup. temannya yang melihatnya sangat gugup mendekatinya dan berkata bahwa kita tidak harus menang. Perkataan temannya membuat Ardi sedikit percaya diri. Dia dapat menjawab banyak pertanyaan dengan baik. pada akhirnya tim Ardi meraih juara kedua, tapi Ardi merasa bangga. Dia belajar bahwa keberanian untuk mencoba lebih penting dari hasilnya.
Ardi budak pinter. Anjeunna salawasna meunang sasmita alus, tapi sieun nyandak bagian dina kompetisi. Anjeunna sok ngira yén anjeunna henteu tiasa ngalakukeun éta. Manéhna ngarasa sieun gagal. Upami kompetisi ditawarkeun ka anjeunna, anjeunna sok nolak. Hiji poé diayakeun lomba kuis di sakolana. Babaturan Ardi ngajak miluan ieu pasanggiri babarengan. Tapi, manéhna ngarasa sieun teu meunang. Babaturanna ngabujuk anjeunna sareng tungtungna anjeunna satuju. Manéhna ngan ngarasa goréng nolak paménta babaturanana. Poé kompetisi dimimitian, Ardi geus mikir yén manéhna bakal éléh. Manéhna ngarasa gugup pisan. sobatna anu nempo manehna pisan gugup ngadeukeutan anjeunna sarta ngomong yén urang teu kudu meunang. Omongan baturna sangkan Ardi rada yakin. Anjeunna tiasa ngajawab seueur patarosan kalayan saé. Tungtungna, tim Ardi meunang juara kadua, tapi Ardi ngarasa reueus. Anjeunna diajar yén kawani pikeun nyobian langkung penting tibatan hasilna.
Semua data terjemahan dikumpulkan melalui Kamussunda.com. Data yang dikumpulkan terbuka untuk semua, dibagikan secara anonim. Oleh karena itu, kami mengingatkan Anda bahwa informasi dan data pribadi Anda tidak boleh disertakan dalam terjemahan Anda menggunakan Penerjemah Sunda. Konten yang dibuat dari terjemahan pengguna Kamussunda.com juga gaul, tidak senonoh, dll. artikel dapat ditemukan. Karena terjemahan yang dibuat mungkin tidak cocok untuk orang-orang dari segala usia dan segmen, kami menyarankan Anda untuk tidak menggunakan sistem Anda jika Anda mengalami ketidaknyamanan. Penghinaan terhadap hak cipta atau kepribadian dalam konten yang ditambahkan pengguna kami dengan terjemahan. Jika ada elemen, pengaturan yang diperlukan akan dibuat jika terjadi →"Kontak" dengan administrasi situs. Proofreading adalah langkah terakhir dalam mengedit, dengan fokus pada pemeriksaan tingkat permukaan teks: tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan fitur formal lainnya seperti gaya dan format kutipan. Proofreading tidak melibatkan modifikasi substansial dari isi dan bentuk teks. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa karya tersebut dipoles dan siap untuk diterbitkan.
Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)